LiFi, Teknologi Wireless yang Berbasis Cahaya

WiFi nama ini sudah sering kita dengar di dunia maya maupun dunia nyata, namun ternyata sekarang ada LiFi yaitu teknologi wireless berbasis cahaya yang lebih canggih dan dapat menggantikan WiFi di masa mendatang.
LiFi, Teknologi Wireless yang Berbasis Cahaya
LiFi merupakan teknologi optik nirkabel terbaru dengan fungsi menyerupai lampu dan dengan data transfer yang lebih cepat dibandingkan WiFi dan tidak diragukan lagi teknologi LiFi ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi manusia jadi teknologi ini menjadi sebuah awal perubahan besar dalam teknologi nirkabel di dunia ini.

WiFi atau Wireless Fidelity mungkin sudah sangat akrab dengan kita saat ini. WiFi bisa juga disebut dengan WLAN (Wireless Local Area Network) yang menggunakan gelombang radio dengan frekuensi 2,4 GHz dengan menggunakan standar IEEE 802.11.

Sebuah penelitian di Universitas Edinburg, Jerman berhasil menemukan teknologi wireless berbasis cahaya dan diberi nama dengan LiFi (Light Fidelity). Teknologi ini mampu menghasilkan kecepatan transfer hingga 130 mbps. Banyak orang membicarakan bahwa teknologi ini akan menjadi teknologi pengganti WiFi di masa depan.

Teknologi yang disebut LiFi ini menggunakan LED (Light Emiting Diode) mentransfer data dengan perubahan intensitas cahaya yang begitu cepat sehingga tidak dapat dilihat oleh mata manusia secara langsung.

Proyek pengembangan teknologi LiFi diawali oleh seorang fisikawan Jerman bernama Harald Haas yang membuat proyek di perusahaan Pure VLC (Visible Light Communications). Proyek yang dibuat Harald Haas mengembangkan metode penggunaan cahaya pintar (smart lightning) sehingga dapat mentransfer data melalui cahaya.

Selain berfungsi sebagai pengganti WiFi teknologi ini juga dapat berfungsi sebagai lampu biasa, jadi anda bisa menghemat penggunaan listrik. LiFi juga bisa ditaruh di kamar tanpa takut kebocoran sinyal. Li-Fi juga dapat digunakan hampir di setiap lokasi yang di lokasi itu ada larangan menggunakan Wi-Fi karena cahaya tidak mempunyai aturan dan tidak seperti gelombang radio.

2 komentar

Itu dah ada di Indo belum gan, (h)

belum, Indonesia kayanya belakangan ;-(

Mohon gunakan kotak komentar ini dengan sebijak-bijaknya.